Saturday, March 27, 2010

BUDIDAYA PERIKANAN

BUDIDAYA PERIKANAN


SEEDS WHAT FISH?

Posted: 27 Mar 2010 06:57 AM PDT


SEEDS WHAT FISH?


Understanding of fish seed is the name of the newly hatched fish to achieve a measure of body length from 5 to 6 cm (Sachlan, 1975).

In the scientific language of the seed known as larval fish (fish fry). In the instructions SNI (Indonesian National Standard) of fish, fish larvae mentioned that the phase or level of fish seed which was 4 days after eggs hatch until they reach the age of 90 days and have different criteria with adult fish (Anon, 1999)

food fish in the form of micro-organism that is renik plants (phytoplankton) and animals renik (zooplankton) feed the need to seed in one day reaching 60 - 70% of body weight.

The highest mortality rate occurred in the fish at fish seed food reserves have run out of egg yolk has been constant in his body.

naming of fish seed for some species of fish have their names on the basis of length, age and body weight. such as naming for carp seed groups are:

- Larva: maximum age of 4 days, minimum total length of 0.6 cm,
- Kebul: maximum age of 20 days, the total length of at least 1 cm, minimum weight of 0.2 grams
- Putihan: maximum age of 40 days, the total length of at least 3 cm, weighs at least 3 grams
- Belo: The maximum age of 70 days, the total length of at least 5 cm, weighs a minimum of 6 grams,
- sangkal: The maximum age of 90 days, the total length of at least 8 cm, minimum weight of 10 grams

naming for carp seed group
- Larva: Age 1 to 12 days, the total length of s / d 0.5 cm
- Seed Oyong: age 12 - 30 days, the total length of 0.5 to 1 cm
- Leaf Kelor: age 30 - 60 days, the total length of 1 to 2.5 cm, weight 0.5 to 2.5.
- Razor: age 60 - 90 days, the total length of 2.5 to 4 cm, weighs 2.5 to 5 grams
- Ticket: ages 90 to 120, the total length of 4 to 6 inches, weighs 5 to 10 grams.

Apa yang dimaksud dengan benih ikan ?

Posted: 27 Mar 2010 06:38 AM PDT


BENIH IKAN

Pengertian dari benih ikan adalah sebutan dari ikan yang baru menetas sampai mencapai ukuran panjang tubuh 5 - 6 cm (Sachlan, 1975).

Dalam bahasa ilmiah benih ikan disebut sebagai larva (fish fry). Dalam petunjuk SNI (Standar Nasional Indonesia) mengenai benih ikan, disebutkan bahwa larva ikan adalah fase atau tingkatan benih ikan yang berumur 4 hari sejak telur menetas sampai mencapai umur 90 hari serta mempunyai kriteria yang berbeda dengan ikan dewasa (Anonim, 1999)

makanan benih ikan yaitu jasad renik berupa tanaman renik (fitoplankton) dan hewan renik (zooplankton) kebutuhan pakan untuk benih dalam satu hari yaitu mencapai 60 - 70% dari berat tubuh.

tingkat mortalitas tertinggi pada benih ikan terjadi yaitu pada waktu benih ikan telah habis cadangan makanannya yaitu telah habisnya kuning telur pada tubuhnya.

penamaan benih ikan untuk beberapa jenis ikan mempunyai nama masing-masing berdasarkan dari panjang, usia dan berat tubuh. misalnya penaman untuk kelompok benih ikan mas yaitu :
- Larva : umur maksimal 4 hari, panjang total minimal 0,6 cm,
- Kebul : umur maksimal 20 hari, panjang total minimal 1 cm, bobot minimal 0,2 gram
- Putihan : umur maksimal 40 hari, panjang total minimal 3 cm, bobot minimal 3 gram
- Belo : umur maksimal 70 hari, panjang total minimal 5 cm, bobot minimal 6 gram,
- Sangkal : umur maksimal 90 hari, panjang total minimal 8 cm, bobot minimal 10 gram

penamaan untuk kelompok benih ikan gurame
- Larva : Umur 1 - 12 hari, panjang total s/d 0,5 cm
- Biji oyong : umur 12 - 30 hari, panjang total 0,5 - 1 cm
- Daun Kelor : umur 30 - 60 hari, panjang total 1 - 2,5 cm, bobot 0,5 - 2,5.
- silet : umur 60 - 90 hari, Panjang total 2,5 - 4 cm, bobot 2,5 - 5 gram
- karcis : umur 90 - 120, Panjang total 4 - 6 cm, bobot 5 - 10 gram.

how to check the purity of the fish

Posted: 26 Mar 2010 11:05 PM PDT


how to check the purity of the fish


to ascertain whether the fish is pure or not there is a way to check is done by taking blood samples of fish. fish blood taken from blood vessels at the base of the tail by using a syringe for testing in the laboratory elektrophoresis.

cultivation techniques

Indonesia-AS Kembangkan Teknologi Perikanan

Posted: 26 Mar 2010 08:21 AM PDT


Indonesia-AS Kembangkan Teknologi Perikanan


Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menawarkan kerja sama pengembangan teknologi pengolahan hasil perikanan kepada Amerika Serikat. Tawaran ini akan disampaikan dalam lawatan Kementerian ke Amerika pada 28 Maret hingga 3 April 2010.

Penawaran berkaitan dengan upaya pemerintah memenuhi standar keamanan pangan Amerika, khususnya produk perikanan. "Tentu saja Amerika memiliki standar sendiri," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Syamsul Maarif di Jakarta kemarin. Pemenuhan standar itu penting karena Amerika adalah salah satu negara tujuan ekspor utama. Sampai Oktober 2009, ekspor ke Amerika senilai USS 944,4 juta.

sumber : Koran Tempo Hal A13

Ekspor Ikan Harus Penuhi Standar Pangan AS

Posted: 26 Mar 2010 07:54 AM PDT


Ekspor Ikan Harus Penuhi Standar Pangan AS

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya menjadikan ekspor ikan nasional ke AS memenuhi standar kesehatan pangan negara itu. Sejalan dengan upaya itu, KKP kini gencar menggelar kerja sama dengan AS di bidang pengolahan hasil perikanan. Utusan KKP akhir pekan ini segera berkunjung ke AS. memenuhi undangan negara adi daya itu.

"Kami akan berkunjung ke AS dan kerja sama kita bangun dalam relasi yaiiR seimbang. Pasar AS harus kita jaga, selain pasar Uni Eropa dan Jepang," kata Sekretarisjenderal (Sekjen) KKP Syamsul Maarif di Jakarta, Kamis (25/3).

Syamsul mengatakan, negara seperti AS maupun Uni Eropa dan Jepang dikenal ketat dalam menetapkan standar kesehatan pangan. Banyak produk pangan negara berkembang yang diekspor ke negara-negara itu tidak memenuhi standar.

Akibatnya, hasil ekspor ditolak dan negara pengekspor merugi. Dengan teknologi yang canggih, negara AS melindungi warganya dari potensi mengonsumsi pangan yang tidak memenuhi standar kesehatan pangan negara itu.

Menurut Syamsul, kerja sama yang digalang dengan AS lebih khusus menyangkut teknologi pengolahan perikanan seperti sistem rantai dingin atau cold chain system. Sistem rantai dingin merupakan tata cara pengolahan yang memastikan ikan pasca-tangkap harus ditempatkan dalam suhu dingin yang tepat

Ikan hasil tangkapan laut misalnya, harus ditempatkan pada alat pendingin bersuhu minus 60 derajat Celsius. Demikian juga ketika ikan tersebut dipindahkan, suhu yang dibutuhkan ternyata berbeda.

"Suhu dingin yang dibutuhkan untuk setiap mata rantai pengolahan ternyata berbeda-beda. Ada korelasi positif antara kualitas ikan dan suhu dingin yang digunakan. Teknis pengolahan seperti ini yang akan kita adopsi ke sistem kita," jelas Syamsul.

Dia menambahkan, kerja sama dengan AS juga mencakup tata cara pengelolaan pesisir laut, konservasi laut, serta pemberdayaan masyarakat pesisir. Program tersebut sebetulnya sudah berlangsung antara kedua negara melalui berbagai pelatihan bernama mitra bahari atau sea grant partnership.

Syamsul menambahkan, selain mengadopsi teknologi pengolahan ikan, Indonesia bersama negara AS juga segera menggelar penelitian bersama melalui inisiatif segitiga karang atau coral triangle initiatives (CTI) di perairan laut Indonesia awal Agustus 2010.

Sumber : Investor Daily Indonesia Hal 21

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.