Sunday, May 23, 2010

BUDIDAYA PERIKANAN

BUDIDAYA PERIKANAN


predaceous water beetles

Posted: 23 May 2010 02:15 AM PDT


UCRIT / larvae CYBISTER

Ucrit a water beetle larva. In some areas, insects are popularly called ucrit (West Java), in some other area of water called because its shape is similar centipede centipedes. In West Sumatra called sapik-sapik or limpatiak. While the names are mostly water beetles larvae or the larvae of water beetles (larvae Cybister).

Based on the classification, ucrit is the type of insects of the order Coleoptera Dytiscidae family den, with systematics as follows:
Kindom: Animalia
Phylum: Invertebrates
Class: Insecta
Order: Coleoptera
Family: Dytiscidae
Species: Cybister sp.

There are no reports specifically mention that the water bug adults are predatory fish. The water beetle predators are the larvae stage when still. Ucrit beetle larvae water or water is an insect predators, especially predatory fish are highly malignant. The seed that became the goal is to seed the size of 1-3 cm. How to eat it first of all fish caught by pinning with fangs. Then the fish are disabled by using a forked tail, while its fangs tearing the fish body. Furthermore, seeds eaten by carp bite little by little. Therefore, very fierce, dubbed overseas predaceous water beetles (water beetles of the robbers) or even something called water tiger (http://www. Earthforce. Org).
source: Khairul Amri dan Toguan Sihombing, PT. Gramedia Pustaka Utama, 2008

Predator Tropical Fish

Posted: 22 May 2010 11:10 AM PDT


Predator Tropical Fish
by: Nate Jamieson


Some tropical fish, either because of their size, feeding habits, or just their natural behavior, are not suitable for beginners to try and raise in a community tank. These are some of the big and bad, that you may want to avoid until you're more experienced.

Oscar- This native of the Amazon River and its tributaries, is a large fish, reaching 13-14" in length, although it can be sexually mature and laying eggs at 4". They do best in a tank with no "fussy" things like slender plants or ornaments. They prefer a medium texture substrate because they're great diggers, but do like wood or rock platforms that create a cave. The recommended food for Oscars is feeder goldfish, because they basically will eat anything small, that moves. This is why they can't be kept with smaller fish, or livebearers that will have young. Most hobbyists use a special large stick food that absorbs some water and moves with the motion in the aquarium, so it mimics prey.

Jack Dempsey- Another South American native, the Jack Dempsey comes in many of the same dark colors and spotting as the Oscar, featuring greens, brown and gray areas, which may help large species like this to hide amongst the bottom rocks. The Dempsey is similar to the Oscar in other ways as well, being a bottom digger, and preferring caves and wood to rest under. They are also a live feeder that will devour anything that moves, but unlike the Dempsey, they pursue their prey, and are considered to have "attitude" that makes them best suited to a tank of like-minded fish.

Discus- While not the bottomless pits that Oscars and Jack Dempseys are for feeding, the Discus is still a large fish, even at 6", and because of their native Amazon River environment, require a fairly specific habitat. In the wild they lived where trees had fallen into the river, and made their homes under and around the branches. In an aquarium, that means keeping a thick substrate where the light does not reach down to, as well as lots of wood pieces for hiding, and vegetation that goes from bottom to top. They are live feeders as many large fish are, but generally subsist on a diet of shrimp, tubifex and daphnia in good quantity. They are a fish that lives naturally in groups of five or six, and in the home environment, do not take well to upsets or changes in the tank.

About The Author

Nate Jamieson

Love Tropical Fish? Find out how to create a beautiful, low-cost tropical fish aquarium with complimentary tips at http://www.TropicalFishIsland.com.

Saturday, May 22, 2010

BUDIDAYA PERIKANAN

BUDIDAYA PERIKANAN


Predator Benih Ikan - Ucrit/larva Cybister (predaceous water beetles)

Posted: 22 May 2010 03:35 AM PDT


UCRIT/LARVA CYBISTER

Ucrit merupakan larva kumbang air. Di beberapa daerah, serangga ini populer disebut ucrit (Jawa Barat), di sebagian daerah lain dinamakan kelabang air karena bentuknya mirip kelabang. Di Sumatera Barat disebut sapik-sapik atau limpatiak. Sedangkan nama umumnya adalah water beetles larvae atau larva kumbang air (larva Cybister).

Berdasarkan klasifikasinya, ucrit merupakan jenis insekta dari ordo Coleoptera den famili Dytiscidae, dengan sistematika sebagai berikut:
Kindom: Animalia
Filum: Invertebrata
Kelas: Insecta
Ordo: Coleoptera
Famili: Dytiscidae
Spesies:Cybister sp.

Tidak ada laporan yang khusus menyebutkan bahwa kumbang air dewasa merupakan predator benih ikan. Yang menjadi predator adalah kumbang air ketika masih stadia larva. Larva kumbang air atau ucrit ini merupakan pemangsa serangga air terutama pemangsa benih ikan yang sangat ganas. Benih yang menjadi sasarannya adalah benih berukuran 1 - 3 cm. Cara memangsanya pertama-tama benih ikan ditangkap dengan jalan menjepit dengan taringnya. Kemudian benih ikan dilumpuhkan dengan menggunakan ujung ekor yang bercabang dua, sementara taringnya merobek-robek tubuh ikan. Selanjutnya benih ikan mas dimakan dengan cara digigit sedikit demi sedikit. Oleh karena sangat ganas, di luar negeri dijuluki sebagai predaceous water beetles (kumbang air sang perampok) atau malah ada yang menyebutnya water tiger (http://www. earthforce. org).

Ciri morfologis
1. Tubuhnya memanjang sepintas mirip lipan/kelabang (badan terdiri dari 9 ruas dan ekor 2 ruas).
2. Panjang tubuh kurang lebih 1,3 – 2, 5 cm (yang dewasa kadang bisa mencapai 3 cm).
3. Perbandingan panjang total badan dengan lebar total bagian perutnya sekitar 7 : 1.
4. Warna tubuh kuning kecokelatan dan ada juga yang kehijauan.
5. Memiliki 3 pasang kaki beruas-ruas.
6. Memiliki 1 pasang gigi taring yang sangat beracun tepat di bagian ujung kepala.
7. Memiliki 2 pasang antena di kepala.
8. Memiliki satu pasang mata tepat di kiri-kanan kepala.

Sifat biologis
1. Jika berenang di dalam air, bagian ujung ekornya sering muncul ke permukaan.
2. Berenang perlahan secara naik-turun dan akan menyelam ke dasar apabila ada hewan pengganggu.
3. Berenang lambat dengan kaki dan bagian ujung ekornya.
4. Mengisap cairan tubuh benih ikan dengan terlebih dahulu menggigit bagian perut.
5. Menempel pada dinding kolam atau kayu-kayu tegak sambil mengintai benih ikan yang mendekat.
6. Memiliki sifat kanibal: membunuh, berkelahi dan mengisap cairan tubuh sesamanya.


Jenis ucrit yang umum ditemukan di lapangan tidak sebanyak jenis kini-kini (larva capung). Ada yang tubuhnya lebih ramping dan ada juga yang lebih besar (gendut). Kemungkinan ini terkait dengan umur dan laju pertumbuhan badannya.




lingungan yang disukai
Ucrit lebih banyak ditemukan di kolam yang subur dan banyak mengandung bahan organik, misalnya kolam yang dipupuk dengan kotoran ayam kering. Sebaliknya, di kolam yang tidak subur dan berair jernih, populasi ucrit lebih sedikit. Ini terkait dengan ketersediaan makanan yang banyak terdapat di air yang kandungan bahan orga-niknya tinggi.

* Kebiasaan Pemangsaan
Ucrit memangsa larva ikan berukuran 1 – 3 cm, yakni benih ikan yang mulai ditebar hingga menjelang umur 30 hari. Benih ikan yang dimangsa ucrit tidak dimakan habis tetapi hanya disobek-sobek dan diisap darahnya. Namun karena jumlahnya banyak dan merupakan serangga air yang ganas maka tingkat pemangsaannya tinggi. Itu sebabnya ucrit tergolong predator benih yang harus diwaspadai karena menjadikan produksi benih merosot tajam.

Selain memangsa benih ikan, ucrit juga memangsa serangga air lainnya termasuk larva capung dan bahkan memburu sesamanya (kanibal). Pengamatan menunjukkan bahwa kanibalisme merupakan sifat alamiah ucrit. Ucrit berenang lambat dan tidak memburu atau mengejar mangsanya, namun benih yang masih lemah sulit menghindar dari sergapannya.

Pengamatan di unit pembenihan menunjukkan tingkat pemangsaan ucrit terhadap benih ikan berbeda-beda, tergantung jenis ikan yang dipelihara dan faktor lain seperti lingkungan kolam. Misalnya, larva gurami yang sangat lambat pertumbuhannya lebih mudah dimangsa. Benih yang dipelihara di kolam yang lebih luas akan lebih tinggi peluang terhindar dari pemangsaan ucrit dibanding yang dipelihara di kolam sempit. Ucrit ditemukan memangsa benih ketika benih hasil panen ditampung di bak atau baskom. Oleh karena itu, jika pada saat panen di antara populasi benih ditemukan ucrit, harus segera ditangkap atau dibuang untuk dimusnahkan.


Cara Pengendalian
Banyak yang mengatakan bahwa pemberantasan ucrit sulit dilakukan. Namun demikian bukan berarti tidak ada teknik pengendaliannya.
Pertama, hindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam. Sudah terbukti bahwa kolam-kolam yang mengandung bahan organik banyak ditemukan ucrit.
Pencegahan dapat dilakukan dengan jalan memasang saringan pada pintu air masuk kolam. Tujuannya agar ucrit dan induk kumbang air tidak ikut masuk ke kolam aliran air. Selain itu, usahakan penebaran ikan di kolam tidak terlalu banyak dan disesuaikan dengan yang disarankan.

Meskipun sulit dan merepotkan, upaya penangkapan ucrit secara mekanis sebaiknya dilakukan. Penangkapan dalam jumlah besar dapat dilakukan menggunakan alat tangkap berupa seser. Selain itu, menangkap menggunakan seser cukup efektif karena jika ditangkap dengan tangan, ucrit mudah meloloskan diri. Gunakan baskom penampung untuk mengumpulkannya. Perlu diingat bahwa ucrit dapat menggigit tangan kita dan bila itu terjadi, gigitannya akan terasa sangat sakit. Ucrit yang berhasil ditangkap langsung dibunuh atau dibuang ke tempat lain.


Beberapa langkah berikut juga dapat dilakukan sebagai upaya menyelamatkan benih dari serangan ucrit:

Memperhatikan ukuran dan usia benih
Pada dasarnya semakin besar ukuran benih ikan, semakin besar peluangnya terhindar dari gangguan ucrit. Namun terkadang keterbatasan tempat pemeliharaan atau minimnya biaya produksi yang dimiliki memaksa pembenih ikan untuk segera menebar larva ikan ke kolam lebih cepat dari yang seharusnya. Padahal semakin kecil ukuran benih, semakin lemah kondisinya serta semakin mudah dimangsa predator.

Menunda penebaran benih ke kolam cukup ampuh menghindari serangan ucrit. Menunda penebaran benih ke kolam berarti memperpanjang masa pemeliharaan benih di bak penelasan/bak pembenihan. Pemeliharaan di bak penetasan pembenihan yang umumnya dilakukan di ruangan tertutup/terkontrol seperti pada bak beton/permanen, bak fiberglass atau akuarium menjadikan benih lebih aman dari ancaman predator. Di ruangan terkontrol pengawasan lebih mudah dilakukan apalagi bila ukuran bak pemeliharaannya lebih kecil sehingga mudah ditangani.

sebagai bukti, pembenih lele dumbo yang biasanya menggunakan bak beton sebagai wadah pemeliharaan larva umumnya tidak mengeluhkan adanya gangguan ucrit.
Perpanjangan waktu perawatan di ruang khusus/tertutup hingga beberapa hari lebih lama dari biasanya memungkinkan ikan tumbuh lebih cepat. Apalagi bila selama dipelihara tersebut benih diberi pakan berkualitas seperti pakan alami berupa kutu air, cacing sutera, dan artemia. Biasanya bak khusus juga dilengkapi alat-alat seperti blower, aerator, thermometer dan heater, sehingga kondisi lingkungan pemeliharaan larva lebih terkontrol (stabil).


Mengurangi pupuk kotoran ayam
Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa penyebab utama berkembangnya ucrit di kolam adalah pemupukan dengan pupuk kandang, khususnya kotoran ayam kering, Sebagian besar pembenih ikan lebih senang menggunakan pupuk kandang dari kotoran ayam ini, dibandingkan kotoran sapi, kambing atau burung puyuh. Hal ini disebabkan karena pupuk kotoran ayam lebih mudah didapat dalam jumlah besar. "tujuan pemupukan dengan kotoran ternak ini adalah untuk menumbuhkan pakan alami bagi larva ikan.
Persoalan muncul jika dosis pupuk kandang yang diberikan melebihi dari yang seharusnya sehingga air kolam menjadi sangat subur.

Penumpukan pupuk organik akibat cara pemupukan dengan membenamkan karung berisi pupuk kandang di salah satu bagian kolam (bukan disebar merata) mendorong perkembangan ucrit. Untuk itu, perlu dilakukan pengurangan konsentrasi pupuk kandang. Caranya dengan penggantian air atau memasukan air baru dalam jumlah banyak.

Selain itu, pemupukan dengan pupuk organik (kotoran ayam, dll) harus dengan dosis yang disesuaikan dengan kebutuhan, dan disebar secara merata sehingga tidak terjadi penumpukkan di salah satu bagian kolam. Cara lain yang saat ini berkembang adalah penggunaan pupuk organik cair yang aplikasinya lebih mudah dan praktis.

Penyemprotan dengan minyak tanah
Penyemprotan dengan bahan kimia merupakan solusi akhir untuk memberantas gangguan ucrit. Langkah ini diambil jika populasi ucrit sulit dikendalikan dengan cara mekanis. Bahan kimia yang digunakan untuk memberantas ucrit adalah minyak tanah. penggunaan minyak tanah didasarkan pada sifat minyak tanah yang mengapung di permukaan air.

Banyak pembenih ikan yang menggunakan minyak tanah dengan cara menyiramkannya ke permukaan air dan hasilnya dapat mematikan ucrit. Para ahli budidaya ikan pun merekomendasikan hal ini. Minyak tanah menutupi permukaan air, sehingga ucrit tidak dapat mengambil oksigen dari udara bebas dan tidak berapa lama kemudian akan mati.

Tertutupnya permukaan air oleh minyak tanah sejauh ini tidak membahayakan bagi benih ikan. Apalagi benih ikan umumnya berada di dalam air, bukan di permukaan, kecuali ikan lele yang sering muncul ke permukaan. penggunaan minyak tanah pada pemeliharaan lele sebaiknya dihindari.

Belum ada acuan baku mengenai dosis penggunaan minyak tanah. Usahakan tidak terlalu banyak namun seluruh permukaan kolam dapat tertutup lapisan tipis minyak tanah. Pemberian minyak tanah bisa dengan cara dituang di pintu masuk agar menyebar bersama aliran air dan kemudian aliran air ditutup, atau bisa juga menggunakan handsprayer jika air kolam memang sama sekali tidak mengalir. Jika seluruh ucrit sudah mati, masukan aliran air batu dan pintu keluar dibuka . Dengan demikian ucrit yang mati akan hanyut bersama aliran air dan lapisan minyak tanah juga akan hilang dari permukaan kolam sehingga air kolam menjadi bersih kembali.
sumber Khairul Amri dan Toguan Sihombing, PT. Gramedia Pustaka Utama, 2008

Friday, May 21, 2010

BUDIDAYA PERIKANAN

BUDIDAYA PERIKANAN


choose parent catfish

Posted: 20 May 2010 05:29 PM PDT


choose parent catfish


C. Selecting Parent
Selected parent usually comes from a special holding pond maintenance or floating nets. Typically, the male parent is separated from the female parent. The characteristics of female and the male parent who has made a good parent as follows.



Quality characteristics of the parent

Female
Aged three years.
It weighed 1,5-2 singk / tail.
Parent enlarged abdomen toward the anus.
Stomach felt smooth and soft when touched.
Cloaca swollen and colored
Skin dark red abdomen flabby and thin.
When around cloaca pressed, will exit
few eggs which forms
round and uniform in size.

male
Aged 2 years
Weighing 1,5-2 singk / tail.
Thin skin and flabby stomach
When massaged, going out semen
white
Genital swelling and color
red

Early Spring Is The Best Time To Learn How To Fish For Crappie Details Here!

Posted: 20 May 2010 05:21 PM PDT


Early Spring Is The Best Time To Learn How To Fish For Crappie Details Here!
by: Mark Fleagle


How to fish for crappie
Crappies move from coldwater wintering haunts to spring foraging areas during this period of transition. In the North, this period begins at ice-out, as the waters climb into the high 30 degree range, usually this happens sometime in April. In the south , crappies move from deep water to coves and the back ends of creek arms as the water warms into the low 40 degree range., usually sometime between late February and the end of March. It is very important that you understand the trend of these migrations if you intend to learn how to fish for crappie.

In large lakes and reservoirs across the country, it is typical for crappies to stage and suspend over depths of 20 to 40 feet, somewhere beyond the first drop off leading into shallow zones they later use to forage and spawn. Learning how to fish for crappie can be simple if you identify the location and suspended depths of these fish in early spring. In reservoir, this typically takes place in creek arms. Look into areas near the mouth of shallow coves and bays or shorelines that have reeds or wood cover in lakes. In small lakes or ponds, it is not uncommon for such staging to take place over the center of the deepest hole on the lake. If you want to learn how to fish for crappie, head to these areas.

During warm, stable weather and particularly on sunny days, crappies are drawn into the shallows to feed in dark muck bottom bays, old reed beds, around brush piles, and fallen trees, or in the best habitat they can find. It is easy to learn how to fish for crappie in the early spring because they are feeding aggressively. Channels, boat canals, cuts, harbors, and backwaters draw crappies too, and are great places to learn how to fish for crappie. This time of year it is very important that you understand you must find shallow wind protected areas because they warm much quicker then the main water areas of any water impoundments you plan to fish. These areas will be like a magnet for bait fish also. When the fish move to shallow water in the early spring it is because the crappie are extremely hungry and need to replenish themselves from the long winter season. Early moves to water less than 10ft deep are tied to foraging and have little to do with the pre spawn activities,!
and crappies are hungry in the spring and this is is a excelent time to learn how to fish for crappie, and the first order of business is to compensate for the energy deficit brought on by simply surviving the extremes of winter. Sometimes crappies eventually spawn in the same general area, but often not.

Lakes and reservoirs with lots of shallow protected habitat promote these shallow feeding binges. The best bays, coves and cuts are shallow, usually no deeper then 10 feet The best harbors, canals, and channels are closed, with only one way out or in. Open channels allow currents to develop, and strong winds blow the warm water back out into the lake. These areas concentrate fish, but crappies tend concentrate in early spring anyway. Lakes without shallow protected areas may take several additional weeks to draw shallow movements by crappies. Crappies in early spring will stage and suspend just outside protected shallow areas in 15 to 40 ft of water and go into feed when the sun warms them during the day, and you can check out how to fish for crappie during these periods.

About The Author
We Have Something Special Just For You, Check Out A Secret Weapon For Crappie Fishing My Friend Discovered In 2004 Check It Out Here! Check out Mark's website to get some amazing fishing information and fishing articles loaded with fishing tips about how to fish for crappie that really work!

The author invites you to visit:
http://www.oldfishinghole.com

Waterless Hibernation of Fishes is Good for Business

Posted: 20 May 2010 08:17 AM PDT


Waterless Hibernation of Fishes is Good for Business
by: Ollie Style

Boni Comandante from Dumagete City Philippines discovered how fish can hibernate from six hours to twenty four hours thus being able to transport live fish cheaply and effectively.

He discovered how fish can hibernate while in Palawan. Comandante threw a fish in an ice chest and six hours later he saw the fish in a suspended state. At that moment he knew that what he just witnessed means big bucks. But it took him fourteen years to fully develop his discovery. In 2004 he won a competition by DTI [Department of Trade and Industry] and later was able to attract local and foreign investors for his fish marketing business.

He called his technique of putting fishes in a suspended state— Buhi Technology. The fishes are preserved longer and are less stressed because of the absence of water. The tail and the fins of hibernating fishes lie flat while transporting it and then are later on revived with sea water. Another good thing about Mr. Comandante's method is that it reduces the cost of ice and water which cuts up to seventy five percent of delivery cost.

There is no need to worry about safety, the Bureau of Fishers and Aquatic Resources declared that the fishes are safe for human consumption because all the materials used are organic.

This is certainly good news for Filipino fisher folks as the demand for live fish is growing here and around the world, and with the help of Buhi technology a boom in the fishing industry might just be around the corner.

About The Author

Ollie Style is a Filipino freelance writer and Podcaster--Host of the "Ollie Style Radio Show". His Podcasts and FREE ARTICLES can be found at http://www.pinoypodcaster.tk and http://olliestyleradioshow.tk

Thursday, May 20, 2010

All the Creatures

All the Creatures


Cats and laptops

Posted: 19 May 2010 07:59 PM PDT


I would have a kitty fit if my cat got on my laptop. That does not seem to stop people from photographing their little furballs on their HP’s, Toshiba’s, Apples and Acer Aspire’s. I can just visualize the pulled off keyboard keys or cat hair under the keys. I found 100’s of photos of cats [...]